Header
TINGALAN JUMENENGAN PB XIV
Senopati Post

Sultan Ternate Tinjau TPA Takome Pascakebakaran, Tegaskan Penanganan Cepat dan Perlindungan Kesehatan Warga

TERNATE, 11 OKTOBER 2026 — Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah, selaku anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), melakukan kunjungan langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Takome, Kota Ternate, Maluku Utara, menyusul insiden kebakaran yang melanda kawasan tersebut. Dalam kunjungan itu, Sultan Ternate didampingi Tenaga Ahli Anggota DPD RI, Rizal Affendi, untuk melihat secara langsung kondisi di lokasi sekaligus memastikan langkah-langkah penanganan darurat berjalan secara optimal, terutama dalam upaya pemadaman api, pengendalian asap, dan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak.

 

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap persoalan lingkungan dan keselamatan masyarakat yang muncul akibat kebakaran di kawasan tempat pemrosesan akhir sampah. Peristiwa kebakaran di TPA tidak hanya menjadi persoalan teknis pemadaman, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak lanjutan terhadap kualitas udara, kenyamanan lingkungan, serta kesehatan warga, khususnya masyarakat yang bermukim di sekitar Takome dan wilayah Ternate Barat. Oleh karena itu, penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat dinilai menjadi hal mendasar yang harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

 

Dalam peninjauan di lokasi, Hidayatullah Sjah menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan warga harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan kebakaran. Menurutnya, upaya pemadaman tidak boleh hanya berfokus pada pengendalian titik api, tetapi juga harus disertai langkah-langkah untuk meminimalkan paparan asap yang berpotensi mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. Penanganan yang menyeluruh diperlukan agar dampak kebakaran tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

 

UCAPAN REKTOR UNIVERSITAS ADHYAKSA

“Keselamatan dan kesehatan warga adalah prioritas utama. Kita berharap seluruh armada penanggulangan kebakaran serta instansi teknis terkait dapat bergerak sinergis dan cepat untuk memadamkan titik api secara menyeluruh, serta meminimalisir dampak polusi udara yang ditimbulkan,” tegas Sultan Ternate saat berada di lokasi TPA Takome.

 

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kehadiran negara melalui kerja nyata seluruh instansi terkait ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. Dalam kondisi seperti ini, kecepatan respons harus berjalan beriringan dengan ketepatan langkah penanganan. Pemadaman yang dilakukan secara intensif, pemantauan terhadap titik-titik yang masih berpotensi terbakar, serta pengendalian asap menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh kebakaran di kawasan pengelolaan sampah.

 

Sultan Ternate juga menyoroti perlunya koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan unsur relawan. Koordinasi lintas sektor tersebut dibutuhkan agar setiap pihak dapat menjalankan tugas sesuai kewenangannya, sekaligus memastikan tidak ada aspek penanganan darurat yang terabaikan. Dalam situasi kebakaran yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, setiap langkah harus dilakukan secara terpadu, mulai dari penanganan sumber api hingga upaya perlindungan masyarakat di sekitar lokasi.

 

Selain memantau proses pemadaman dan pendinginan area, Hidayatullah Sjah menyampaikan sejumlah arahan strategis yang perlu menjadi perhatian bersama. Salah satu hal yang ditekankan adalah penanganan kesehatan bagi masyarakat yang berpotensi terdampak asap kebakaran. Ia mengimbau dinas kesehatan dan fasilitas pelayanan medis setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memberikan akses pemeriksaan kesehatan, serta mempertimbangkan pembagian masker secara gratis bagi warga yang berada di sekitar kawasan terdampak.

 

Langkah tersebut dinilai penting karena paparan asap kebakaran dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara. Anak-anak, lanjut usia, serta warga dengan riwayat gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian khusus apabila kondisi udara di sekitar permukiman mengalami penurunan kualitas. Kehadiran petugas kesehatan di lapangan maupun kesiapan fasilitas pelayanan medis dapat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih cepat apabila mengalami keluhan setelah terpapar asap.

 

Upaya perlindungan kesehatan masyarakat juga perlu diikuti dengan penyampaian informasi yang jelas mengenai kondisi di lapangan. Warga perlu memperoleh imbauan yang mudah dipahami mengenai langkah pencegahan, pembatasan aktivitas di luar ruangan apabila asap masih pekat, serta penggunaan masker yang sesuai. Apabila muncul keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan pernapasan lainnya, masyarakat diharapkan segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Dengan demikian, penanganan kebakaran tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga mencakup upaya mengurangi risiko kesehatan yang mungkin dialami masyarakat.

 

Arahan berikutnya berkaitan dengan penguatan sinergi dan koordinasi lintas sektor. Sultan Ternate mengajak pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas teknis, serta para relawan untuk bekerja bersama mempercepat proses pemadaman dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api. Dalam penanganan kebakaran di kawasan TPA, proses pemadaman perlu dilakukan secara cermat karena material sampah yang terbakar dapat menyimpan panas dan berpotensi memunculkan kembali titik api meskipun kobaran di permukaan telah berkurang.

 

Karena itu, proses pendinginan dan pemantauan lanjutan menjadi bagian yang tidak kalah penting. Petugas perlu memastikan area yang telah ditangani tidak kembali terbakar, sementara perkembangan kondisi di sekitar lokasi harus terus diamati untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Dukungan peralatan, ketersediaan air, kesiapan personel, serta komunikasi yang efektif antarlembaga menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas upaya penanggulangan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Hidayatullah Sjah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Ia memberikan penghargaan atas dedikasi petugas pemadam kebakaran, BPBD, BASARNAS, personel TNI dan Polri, serta para relawan yang bekerja di lapangan dalam situasi yang menantang.

 

Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas peran para petugas yang berada di garis depan ketika menghadapi keadaan darurat. Selain membutuhkan kesiapan fisik dan keterampilan teknis, penanganan kebakaran juga menuntut kewaspadaan tinggi, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja dalam koordinasi yang baik. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi kejadian yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat dan menimbulkan gangguan terhadap lingkungan.

 

Meski demikian, Sultan Ternate menegaskan pentingnya melihat peristiwa kebakaran TPA Takome tidak hanya dari sisi penanganan darurat, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola lingkungan dan sistem pengelolaan sampah. Menurut arahan yang disampaikannya, kejadian tersebut perlu menjadi perhatian bagi pihak-pihak terkait untuk meninjau kembali langkah-langkah pencegahan kebakaran, kesiapan sarana dan prasarana, serta sistem mitigasi risiko bencana di kawasan TPA.

 

Evaluasi terhadap tata kelola TPA menjadi penting mengingat kawasan pengelolaan sampah memiliki karakteristik risiko yang perlu diantisipasi secara berkelanjutan. Pengelolaan timbunan sampah, pengawasan kondisi lapangan, ketersediaan akses bagi kendaraan pemadam, kesiapan peralatan tanggap darurat, serta prosedur penanganan ketika muncul tanda-tanda kebakaran merupakan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan.

 

Selain itu, penguatan sistem pemantauan dan penyusunan prosedur tanggap darurat yang jelas dapat membantu petugas melakukan respons lebih cepat apabila terjadi insiden serupa. Pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait perlu memastikan bahwa evaluasi yang dilakukan tidak berhenti pada identifikasi persoalan, tetapi juga diikuti dengan langkah perbaikan yang terukur, sesuai kewenangan, kebutuhan lapangan, dan kemampuan anggaran.

 

Persoalan ini sekaligus mengingatkan bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian penting dari pelayanan publik dan perlindungan lingkungan hidup. TPA tidak hanya berfungsi sebagai lokasi akhir pemrosesan sampah, tetapi juga harus dikelola dengan memperhatikan keselamatan pekerja, kesehatan masyarakat, serta potensi dampak terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, pencegahan kebakaran perlu menjadi bagian integral dari perencanaan dan operasional pengelolaan TPA, bukan semata-mata tindakan yang dilakukan setelah terjadi insiden.

 

Dalam konteks tersebut, kunjungan Sultan Ternate sebagai anggota DPD RI juga menunjukkan pentingnya perhatian terhadap persoalan masyarakat di daerah, terutama ketika terjadi peristiwa yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kualitas hidup warga. Peninjauan lapangan menjadi salah satu cara untuk melihat kondisi secara langsung, menyerap persoalan yang dihadapi, serta mendorong agar pihak-pihak yang memiliki kewenangan mengambil langkah penanganan sesuai kebutuhan.

 

Perhatian terhadap kebakaran TPA Takome juga perlu diterjemahkan ke dalam tindak lanjut yang berkesinambungan. Penanganan darurat harus disertai pemantauan dampak terhadap masyarakat, evaluasi efektivitas pemadaman, serta penyusunan langkah pencegahan untuk mengurangi kemungkinan kejadian serupa pada masa mendatang. Dengan demikian, kepentingan masyarakat tidak hanya terlindungi selama masa tanggap darurat, tetapi juga mendapatkan jaminan perbaikan dalam tata kelola lingkungan.

 

Di sisi lain, masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Takome dan wilayah Ternate Barat diimbau untuk tetap tenang serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Warga yang berada dalam radius terdampak asap disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diharapkan memperhatikan kondisi anggota keluarga, khususnya anak-anak dan lanjut usia, serta segera mendatangi posko kesehatan atau fasilitas medis terdekat apabila mengalami gangguan pernapasan.

 

Penyampaian informasi yang akurat dan tidak menimbulkan kepanikan juga menjadi bagian penting dalam situasi seperti ini. Warga diharapkan mengutamakan informasi dari pemerintah daerah, petugas penanggulangan bencana, dan instansi berwenang mengenai perkembangan penanganan kebakaran maupun langkah-langkah keselamatan yang perlu dilakukan. Sementara itu, seluruh pihak terkait diharapkan terus memperkuat komunikasi agar kebutuhan masyarakat dapat diketahui dan ditangani secara tepat.

 

Kunjungan Hidayatullah Sjah ke TPA Takome pada 11 Oktober 2026 tersebut menegaskan bahwa penanganan kebakaran harus dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh, mencakup pemadaman, pengendalian asap, pelayanan kesehatan, koordinasi lintas sektor, hingga evaluasi sistem pengelolaan sampah. Keselamatan masyarakat harus tetap menjadi orientasi utama, sementara upaya pencegahan jangka panjang perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan ancaman bagi lingkungan dan warga.

 

Dengan kerja sama pemerintah daerah, instansi teknis, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, serta partisipasi masyarakat, penanganan kebakaran TPA Takome diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Lebih dari itu, peristiwa ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola lingkungan yang aman, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana, dan memastikan bahwa perlindungan terhadap kesehatan serta keselamatan warga senantiasa menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan lingkungan di Kota Ternate.[den/red]

Akhir Artikel

Tinggalkan Komentar

Bawah Melayang