Senopati Post

Sedekah Bumi Desa Ngunut di Grogoland, Wujud Syukur Panen dan Komitmen Jaga Alam serta Budaya

BOJONEGORO – Pemerintah Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menggelar tradisi Sedekah Bumi di kawasan wisata Desa Grogoland, Jumat (4/9/2026). Acara berlangsung meriah dengan tasyakuran, gunungan hasil pertanian, serta pagelaran seni budaya Langen Tayub.

Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat Desa Ngunut atas hasil bumi dan keberhasilan panen selama tahun 2026. Selain itu, Sedekah Bumi juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan, menjaga kelestarian lingkungan, serta mempertahankan tradisi dan budaya lokal.

Dengan mengusung semangat “Guyup Rukun, Mari Kita Wujudkan Desa Ngunut Maju dan Sejahtera”, ratusan warga tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kepala Desa Ngunut, Suwarno, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena hasil pertanian masyarakat pada tahun 2026 dinilai cukup menggembirakan.

Menurutnya, baik lahan persawahan maupun kawasan pertanian di wilayah hutan mampu memberikan hasil panen yang baik tanpa mengalami gagal panen atau puso.

“Alhamdulillah wilayah sawah semuanya panen, tidak ada yang puso. Wilayah hutan juga sama, tanaman jagung terlihat tumbuh subur dan hasilnya cukup baik,” ungkap Suwarno.

Ia berharap produktivitas pertanian masyarakat Desa Ngunut dapat terus meningkat pada tahun mendatang.

“Mudah-mudahan pada 2027 hasil pertanian semakin meningkat. Yang biasanya mendapatkan satu ton, semoga bisa meningkat menjadi dua ton,” harapnya.

Selain menyampaikan apresiasi terhadap hasil pertanian, Suwarno juga mengingatkan masyarakat, khususnya warga yang menggarap lahan di kawasan hutan, agar tetap menjaga kelestarian lingkungan dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

Pagelaran Seni Langen tayub siap di gelar di wisata Grogoland Desa Ngunut (Istimewa )

Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat membersihkan lahan, terutama ketika melakukan pembakaran, agar tidak menimbulkan kebakaran hutan.

“Warga harus bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Saat musim tanam, mari menanam dengan baik dan seluruh aturan dari Perhutani harus tetap dipatuhi,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Dander Teguh Wibowo mengajak masyarakat untuk tidak hanya bersyukur atas hasil bumi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, menjaga lingkungan dan penghijauan menjadi bagian penting untuk mempertahankan kesuburan tanah serta menjaga keberadaan sumber mata air.

Ia juga mengajak warga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan sehari-hari, seperti cabai, tomat, dan terong.

“Selain bersyukur, kita juga harus menjaga kelestarian lingkungan. Dengan lingkungan yang terjaga, sumber mata air tetap ada dan tanaman bisa tumbuh subur,” ujar Teguh Wibowo.

 

Tinggalkan Komentar