Dosen STIEKIA Bojonegoro Berbagi Keilmuan dalam Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Manajemen Keuangan
BOJONEGORO – Perguruan tinggi tidak hanya memiliki peran dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga dituntut mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah masyarakat. Komitmen tersebut turut diwujudkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia (STIEKIA) Bojonegoro melalui keterlibatan dosennya dalam Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Manajemen Keuangan Perusahaan (Pengelola Administrasi Keuangan).
Kegiatan yang berlangsung mulai 25 September hingga 6 Oktober 2026 tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan LPK Bhumanyu Bina Bangsa. Pelatihan dilaksanakan di LPK Bhumanyu Bina Bangsa dengan keseluruhan proses pembelajaran mencapai 120 Jam Pelajaran (JP). Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan peserta agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam bidang pengelolaan administrasi dan manajemen keuangan perusahaan.
Baca Juga: INDONESIA BUTUH SAMIN
Dalam pelaksanaan pelatihan tersebut, STIEKIA Bojonegoro turut mengambil bagian dengan menghadirkan dua dosen yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi, akuntansi, dan manajemen. Keduanya adalah Ika Puspita Sari, S.E., M.Ak., dosen dari Program Studi Akuntansi, serta Latifah Anom, S.E., M.M., dosen dari Program Studi Manajemen STIEKIA Bojonegoro.
Kehadiran kedua akademisi tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep dasar dan prinsip manajemen keuangan, tetapi juga memperkuat pembelajaran melalui pendekatan praktis yang dapat diterapkan secara langsung dalam lingkungan pekerjaan. Materi yang diberikan diarahkan agar peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, melainkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut ketika menjalankan tugas sebagai pengelola administrasi keuangan.
Manajemen keuangan perusahaan menjadi salah satu aspek penting dalam keberlangsungan sebuah organisasi maupun badan usaha. Pengelolaan keuangan yang baik membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, kemampuan melakukan pencatatan, memahami prosedur administrasi, serta kecakapan dalam menyusun dan mengelola berbagai dokumen keuangan. Kesalahan dalam administrasi keuangan dapat berdampak terhadap kualitas laporan, pengambilan keputusan, hingga tata kelola perusahaan secara keseluruhan.
Karena itu, pelatihan sertifikasi kompetensi tersebut diharapkan dapat memberikan bekal yang lebih komprehensif kepada para peserta. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan konsep pengelolaan keuangan secara teoritis, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari secara sistematis, tertib, dan bertanggung jawab.
Baca Juga: STIEKIA Bawa 10 Mahasiswa Internasional Temui Bupati Bojonegoro
Ika Puspita Sari, S.E., M.Ak., dalam keterangannya menekankan bahwa kemampuan mengelola administrasi keuangan tidak dapat dilepaskan dari ketelitian dan pemahaman terhadap prosedur kerja. Menurutnya, seorang tenaga administrasi keuangan harus mampu memahami prinsip pengelolaan keuangan sekaligus memiliki kemampuan untuk menerapkannya dalam berbagai situasi pekerjaan.
“Peserta tidak hanya perlu memahami konsep pengelolaan keuangan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam pekerjaan. Karena itu, pembelajaran berbasis praktik menjadi bagian penting dalam peningkatan kompetensi,” ungkap Ika Puspita Sari.
Menurutnya, pembelajaran yang menggabungkan antara teori dan praktik akan membantu peserta memahami bahwa administrasi keuangan bukan sekadar kegiatan pencatatan angka. Di dalamnya terdapat proses yang membutuhkan ketepatan, keteraturan, tanggung jawab, serta pemahaman terhadap alur administrasi keuangan perusahaan.
Pendekatan pembelajaran seperti itu juga menjadi penting di tengah kebutuhan dunia kerja yang semakin menuntut tenaga profesional dengan kemampuan teknis yang memadai. Dunia usaha membutuhkan sumber daya manusia yang bukan hanya memiliki ijazah atau latar belakang pendidikan tertentu, tetapi juga mempunyai kompetensi yang dapat dibuktikan dan diterapkan dalam pekerjaan.
Melalui pelatihan dengan beban pembelajaran sebanyak 120 JP tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memperkuat pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan yang berkaitan dengan bidang administrasi keuangan. Sertifikasi kompetensi diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen yang memberikan pengakuan terhadap kemampuan peserta sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka ketika memasuki atau mengembangkan karier di dunia kerja.
Keterlibatan dosen STIEKIA Bojonegoro dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang berkembang di lingkungan akademik tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan dan keterampilan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, dosen memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Keilmuan yang dimiliki dosen dapat disebarluaskan melalui berbagai kegiatan pelatihan, pendampingan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Bagi STIEKIA Bojonegoro, keterlibatan dalam Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Manajemen Keuangan Perusahaan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang responsif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat. Pendidikan tinggi tidak hanya dipandang sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kolaborasi yang terbangun antara STIEKIA Bojonegoro, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, serta LPK Bhumanyu Bina Bangsa menunjukkan pentingnya sinergi lintas institusi dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan. Pemerintah daerah memiliki peran dalam merancang dan mendorong program peningkatan kompetensi, lembaga pelatihan berperan dalam penyelenggaraan proses pembelajaran, sementara perguruan tinggi dapat memberikan penguatan dari sisi keilmuan dan akademik.
Sinergi tersebut menjadi semakin relevan karena perkembangan dunia kerja berlangsung dinamis. Perubahan teknologi, tuntutan profesionalisme, serta kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi spesifik membuat peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang administrasi dan manajemen keuangan diharapkan mampu membantu perusahaan menciptakan tata kelola keuangan yang lebih tertib dan profesional. Kemampuan tersebut juga dapat menjadi modal bagi masyarakat untuk meningkatkan daya saing, baik ketika bekerja pada perusahaan maupun ketika mengembangkan aktivitas usaha secara mandiri.
STIEKIA Bojonegoro berharap keterlibatan akademisi dalam kegiatan pengembangan kompetensi seperti ini dapat terus diperluas. Tidak hanya pada bidang manajemen dan akuntansi, tetapi juga pada berbagai bidang keilmuan lain yang memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan juga diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Kerja sama yang berkelanjutan dapat membuka ruang bagi lahirnya berbagai program pengembangan kompetensi lainnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Pada akhirnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja bukan hanya memberikan manfaat bagi individu peserta pelatihan, tetapi juga memiliki dampak terhadap kualitas dunia usaha dan pembangunan daerah. Semakin kompeten sumber daya manusia yang tersedia, semakin besar pula peluang terciptanya tenaga kerja yang profesional, produktif, adaptif, dan mampu menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja.
Melalui keterlibatan dosen dalam Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Manajemen Keuangan Perusahaan tersebut, STIEKIA Bojonegoro kembali menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun ekosistem sumber daya manusia yang berkualitas. Ilmu pengetahuan tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga harus hadir, diterapkan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.[red]





