Header
TINGALAN JUMENENGAN PB XIV
Senopati Post

Dari Penerbitan Gratis hingga Pelestarian Buku, Senopatipost Serahkan Dua Buku ke Perpusda Jateng

SEMARANG – Komitmen mendukung penguatan literasi dan pelestarian karya intelektual terus ditunjukkan Penerbit Senopatipost. Tidak hanya menghadirkan program penerbitan buku gratis, Senopatipost juga menyerahkan deposit buku terbitannya kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya menjaga keberadaan karya cetak agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Penyerahan deposit tersebut dilakukan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Provinsi Jawa Tengah, Jalan Sriwijaya No. 29A, Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, pada Selasa (27/10/2026) pukul 11.30 WIB. Pemimpin Redaksi Senopatipost, Kanjeng Samsul, menyerahkan secara langsung dua judul buku terbitan Senopatipost kepada Aprilia Santi, Subkoordinator Deposit Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Senopatipost untuk tidak sekadar memfasilitasi lahirnya buku melalui program penerbitan gratis, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan karya setelah diterbitkan. Melalui penyerahan deposit tersebut, buku-buku diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi bagian dari khazanah literasi yang tersedia bagi masyarakat.

Pemimpin Redaksi Senopatipost, Kanjeng Samsul, mengatakan bahwa penerbitan buku tidak semestinya berhenti pada proses produksi dan distribusi. Menurutnya, pendokumentasian dan penyerahan deposit merupakan bagian penting dalam menjaga nilai pengetahuan yang terkandung di dalam sebuah karya.

“Bagi kami, menerbitkan buku bukan hanya tentang membantu penulis melahirkan karya, termasuk melalui program penerbitan gratis. Lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa karya yang telah diterbitkan memiliki jejak dokumentasi yang jelas dan dapat menjadi bagian dari sumber pengetahuan bagi generasi sekarang maupun mendatang,” ujar Kanjeng Samsul.

Ia menambahkan, keberadaan perpustakaan daerah memiliki peran penting dalam mendukung budaya membaca, memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan, serta menjaga agar karya para penulis dapat terdokumentasi dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.

UCAPAN REKTOR UNIVERSITAS ADHYAKSA

Program penerbitan buku gratis yang diselenggarakan Senopatipost dilaksanakan melalui kerja sama dengan Singonagoro Institute sebagai lembaga donor program. Kolaborasi ini merupakan salah satu upaya untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi para penulis dalam menerbitkan karya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem literasi dan penerbitan di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, dukungan penerbitan gratis diberikan berdasarkan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Singonagoro Institute selaku lembaga donor. Ketentuan tersebut menjadi acuan dalam proses pengajuan dan pelaksanaan program, sehingga dukungan dapat diberikan secara terarah sesuai dengan tujuan dan mekanisme yang telah ditetapkan.

Melalui kerja sama tersebut, Senopatipost berperan memfasilitasi proses penerbitan buku, sedangkan Singonagoro Institute mendukung pembiayaan program sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sinergi ini diharapkan dapat membantu para penulis mewujudkan gagasan menjadi karya cetak yang memiliki nilai edukasi, informasi, budaya, maupun manfaat sosial bagi masyarakat.

Bagi Senopatipost, program penerbitan gratis bukan semata-mata menyediakan layanan penerbitan tanpa biaya, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses berkarya dan memperkuat budaya literasi. Dengan dukungan lembaga donor, program tersebut diharapkan mampu memberikan ruang bagi penulis untuk menghasilkan karya yang dapat diwariskan dan dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Selain menyerahkan buku kepada Perpusda Provinsi Jawa Tengah, Senopatipost juga menyerahkan terbitan bukunya kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) untuk kepentingan penyimpanan dan pendokumentasian dalam sistem Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR).

Menurut Kanjeng Samsul, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab penerbit dalam mendukung pelestarian karya cetak sekaligus membangun ekosistem penerbitan yang tertib dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang.

“Kami berharap setiap buku yang diterbitkan tidak hanya selesai sebagai produk, tetapi juga tercatat, tersimpan, dan memiliki peluang untuk dibaca serta dipelajari oleh masyarakat. Kami ingin program penerbitan gratis berjalan beriringan dengan tanggung jawab literasi dan pelestarian karya,” tegasnya.

Melalui langkah tersebut, Senopatipost berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan dunia penerbitan, memperluas kesempatan bagi penulis untuk menghasilkan karya, serta memperkuat sinergi dengan lembaga perpustakaan dalam menjaga warisan pengetahuan melalui buku.

Komitmen ini sekaligus menegaskan bahwa upaya membangun budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari penulis, penerbit, lembaga donor, hingga perpustakaan sebagai institusi yang berperan dalam menghimpun, merawat, dan menyediakan akses terhadap karya intelektual.[red]

Akhir Artikel

Tinggalkan Komentar

Bawah Melayang