DWP SMPN 5 Bojonegoro Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Tengger
BOJONEGORO — Kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan air bersih kembali ditunjukkan keluarga besar SMP Negeri 5 Bojonegoro. Melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP), SMP Negeri 5 Bojonegoro menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Tengger, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Senin (5/10/2026).
Sebanyak dua tangki air bersih disalurkan dalam kegiatan sosial tersebut. Bantuan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi keterbatasan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Bantuan air bersih tersebut diterima oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Tengger bersama Kasi Perencanaan Desa Tengger. Selanjutnya, air bersih yang telah disalurkan tersebut akan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan, sehingga manfaat bantuan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
Rombongan DWP SMP Negeri 5 Bojonegoro diberangkatkan langsung oleh Pembina DWP SMP Negeri 5 Bojonegoro, Abdul Ghofur, M.Pd. Keberangkatan rombongan tersebut menjadi bagian dari komitmen keluarga besar SMP Negeri 5 Bojonegoro untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di tengah kondisi yang membutuhkan dukungan bersama.
Abdul Ghofur mengatakan, kegiatan berbagi air bersih tersebut tidak hanya merupakan program sosial DWP SMP Negeri 5 Bojonegoro, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 SMP Negeri 5 Bojonegoro.
Menurutnya, momentum ulang tahun sekolah tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan seremonial internal lembaga pendidikan. Lebih dari itu, peringatan HUT ke-32 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan meningkatkan kontribusi sekolah terhadap masyarakat di sekitarnya.
“Kegiatan berbagi air bersih ini selain merupakan program dari DWP, juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-32 SMP Negeri 5 Bojonegoro. Semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Abdul Ghofur.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa lembaga pendidikan memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan sosial masyarakat. Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gerakan kepedulian sosial, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar.
Aksi sosial penyaluran air bersih tersebut semakin kuat dengan adanya dukungan dari Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan 33 Naga Sesa dan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 885 Belibis Putih.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi kepedulian terhadap masyarakat. Kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi sosial, unsur TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menunjukkan bahwa persoalan kebutuhan air bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai elemen.
Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya semangat gotong royong dalam membantu masyarakat. Bantuan yang diberikan bukan sekadar air yang didistribusikan kepada warga, tetapi juga menjadi pesan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan tidak berjalan sendirian.
Di tengah keterbatasan air bersih, setiap bantuan yang datang memiliki nilai yang sangat berarti. Air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk bantuan yang secara langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kedatangan bantuan air bersih dari DWP SMP Negeri 5 Bojonegoro mendapat sambutan antusias dari masyarakat Desa Tengger. Sejumlah warga langsung mendatangi lokasi penyaluran dengan membawa berbagai wadah air untuk mengambil air yang telah disediakan.
Antusiasme warga tersebut menggambarkan betapa pentingnya ketersediaan air bersih bagi kehidupan sehari-hari. Air tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga diperlukan untuk berbagai aktivitas rumah tangga dan kebutuhan dasar masyarakat lainnya.
Bagi warga yang tengah mengalami keterbatasan air bersih, bantuan dua tangki air tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Setidaknya, bantuan itu dapat membantu mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air di tengah kondisi yang ada.
Pemerintah Desa Tengger pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian DWP SMP Negeri 5 Bojonegoro serta seluruh pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut.
Kepedulian yang diberikan dinilai menjadi bentuk nyata perhatian terhadap kondisi masyarakat. Bantuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antara sekolah dan masyarakat dapat dibangun melalui berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung.
Ketua DWP SMP Negeri 5 Bojonegoro, Aning Wulandari, mengatakan bahwa kegiatan berbagi air bersih tersebut diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Tengger.
Menurut Aning, kegiatan sosial tidak semata-mata berbicara mengenai seberapa besar bantuan yang diberikan. Lebih penting dari itu adalah bagaimana bantuan tersebut mampu menyentuh kebutuhan masyarakat dan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
“Kami berharap kegiatan berbagi air bersih ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Tengger, khususnya dalam membantu mengatasi kekurangan air bersih. Semoga kepedulian kecil ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan kebutuhan masyarakat,” ujar Aning.
Ia menambahkan, semangat berbagi harus terus ditumbuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kegiatan sosial merupakan sarana untuk membangun kepedulian, memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa membantu sesama merupakan bagian penting dari kehidupan sosial.
DWP SMP Negeri 5 Bojonegoro, kata Aning, berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi menjadi bagian dari semangat pengabdian dan kepedulian keluarga besar SMP Negeri 5 Bojonegoro.
Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan air bersih juga tidak berhenti di Desa Tengger.
Kepala SMP Negeri 5 Bojonegoro menyampaikan bahwa keluarga besar SMP Negeri 5 Bojonegoro akan kembali menyalurkan bantuan sebanyak delapan tangki air bersih ke sejumlah desa di wilayah Kecamatan Ngasem.
Rencana penyaluran tersebut menjadi bentuk nyata keberlanjutan kepedulian SMP Negeri 5 Bojonegoro terhadap masyarakat. Bantuan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga yang mengalami keterbatasan air bersih, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat memperingati HUT ke-32 SMP Negeri 5 Bojonegoro diarahkan pada kegiatan yang memiliki nilai sosial dan kemanusiaan. Perayaan ulang tahun sekolah tidak hanya diwujudkan dalam bentuk kegiatan internal maupun seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Semangat tersebut menjadi penting karena keberadaan sebuah lembaga pendidikan pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosial di sekitarnya. Sekolah tumbuh bersama masyarakat dan karena itu memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi ketika masyarakat membutuhkan.
Aksi berbagi air bersih di Desa Tengger menjadi salah satu gambaran bagaimana peringatan HUT ke-32 SMP Negeri 5 Bojonegoro dimaknai melalui kegiatan yang lebih substantif.
Peringatan hari ulang tahun sekolah tidak hanya menjadi momentum untuk melihat perjalanan dan capaian lembaga pendidikan selama 32 tahun, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar SMP Negeri 5 Bojonegoro ingin menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ruang kelas, buku, dan proses pembelajaran. Pendidikan juga menyangkut pembentukan karakter, kepedulian, solidaritas, gotong royong, serta kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bantuan air bersih yang disalurkan ke Desa Tengger pun menjadi simbol sederhana dari semangat tersebut. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan, kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan nyata sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Sinergi antara DWP SMP Negeri 5 Bojonegoro, pihak sekolah, Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan 33 Naga Sesa, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 885 Belibis Putih, Pemerintah Desa Tengger, serta masyarakat menjadi contoh bahwa persoalan sosial dapat dihadapi dengan semangat kebersamaan.
Ke depan, semangat berbagi dan kepedulian tersebut diharapkan terus tumbuh. Bukan hanya ketika terjadi kekurangan air bersih, tetapi juga dalam berbagai persoalan sosial lainnya yang membutuhkan perhatian dan gotong royong.
Dengan demikian, HUT ke-32 SMP Negeri 5 Bojonegoro tidak sekadar menjadi penanda bertambahnya usia lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat jati diri sekolah sebagai bagian dari masyarakat yang hadir, peduli, dan memberikan manfaat.
Air yang disalurkan mungkin akan habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, pesan kepedulian yang dibawa oleh kegiatan tersebut diharapkan dapat terus mengalir, menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menumbuhkan budaya berbagi, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat.(Sew/red)






